Membuat Perintah Kustom dengan AutoLISP Dasar di AutoCAD 2013: Otomasi Tugas Berulang

Deskripsi: Tingkatkan produktivitas Anda dengan mempelajari cara membuat perintah kustom sederhana menggunakan AutoLISP di AutoCAD 2013. Tutorial tingkat lanjut ini akan memandu Anda membuat rutin otomatisasi pertama Anda.


Sebagai pengguna AutoCAD 2013 yang sudah mahir dengan perintah-perintah standar, Anda mungkin sering menemukan diri Anda melakukan urutan perintah yang sama berulang kali. Inilah saatnya naik level: dengan mempelajari AutoLISP, bahasa pemrograman terintegrasi di AutoCAD, Anda dapat mengotomatisasi tugas-tugas repetitif, menciptakan perintah khusus, dan mengubah cara Anda bekerja selamanya.

Tutorial tingkat lanjut ini akan memandu Anda membuat rutin AutoLISP pertama Anda—sebuah perintah kustom yang menggambar grup blok dengan jarak spasi otomatis—langsung di AutoCAD 2013.



Apa Itu AutoLISP dan Mengapa Penting?

AutoLISP adalah dialek bahasa pemrograman LISP yang disematkan di AutoCAD. Dengan AutoLISP, Anda dapat:

  • Mengakses dan memodifikasi data dalam gambar.

  • Membuat perintah baru yang tidak tersedia secara default.

  • Mengotomatisasi alur kerja yang rumit.

  • Membuat dialog interaktif (dengan DCL).

Untuk pengguna tingkat lanjut, menguasai AutoLISP adalah lompatan dari sekadar "penggambar" menjadi "pengembang solusi CAD".

Persiapan: Mengenal Editor dan Struktur Dasar

Sebelum mulai menulis kode, kita perlu tahu di mana menulisnya.

  1. Akses Editor Visual LISP (VLIDE): Ketik VLIDE di Command Line dan tekan Enter. Ini akan membuka lingkungan pengembangan terintegrasi untuk AutoLISP.

  2. Konsol AutoLISP: Di dalam VLIDE, Anda dapat mengetik kode langsung di jendela Console di bagian bawah, atau membuat file baru (Ctrl+N).

  3. Struktur Dasar: AutoLISP menggunakan banyak tanda kurung (). Setiap fungsi diawali dan diakhiri dengan tanda kurung. Contoh: (setq titik1 (getpoint "\nPilih titik dasar: "))

Proyek 1: Membuat Perintah "GRUPBLOCK" untuk Menduplikasi Blok dengan Spasi Rapi

Kita akan membuat perintah GRUPBLOCK yang meminta pengguna untuk:

  1. Memilih sebuah blok sebagai referensi.

  2. Menentukan jumlah duplikat secara horizontal dan vertikal.

  3. Menentukan jarak spasi antar blok.

  4. Secara otomatis membuat array/grid dari blok tersebut.

Langkah 1: Memulai Fungsi dan Mendapatkan Input Pengguna

Buat file baru di VLIDE (Ctrl+N) dan salin kode berikut:

lisp
;;; ============================================
;;; GRUPBLOCK.LSP - Membuat array grid dari blok
;;; Oleh: [Nama Anda]
;;; Untuk: AutoCAD 2013
;;; ============================================

(defun c:GRUPBLOCK ( / blkName insPt numX numY spcX spcY cntX cntY newPt) ; Deklarasi variabel lokal

  ; --- 1. Memilih Blok Referensi ---
  (setq blkName (car (entsel "\nPilih blok sumber: ")))
  (if (not blkName)
    (progn
      (alert "Tidak ada blok yang dipilih!")
      (exit) ; Keluar jika tidak ada pilihan
    )
  )

  ; --- 2. Mendapatkan Titik Penyisipan Awal ---
  (setq insPt (getpoint "\nTentukan titik dasar grid: "))

  ; --- 3. Mendapatkan Parameter Grid dari User ---
  (setq numX (getint "\nJumlah blok arah X: "))
  (setq numY (getint "\nJumlah blok arah Y: "))
  (setq spcX (getdist "\nJarak spasi arah X: "))
  (setq spcY (getdist "\nJarak spasi arah Y: "))

  ; --- 4. Logika untuk Menggambar Grid ---
  ;; Loop untuk arah Y
  (setq cntY 0)
  (repeat numY
    ;; Loop untuk arah X
    (setq cntX 0)
    (repeat numX
      ;; Hitung koordinat titik baru
      (setq newPt (list
                    (+ (car insPt) (* cntX spcX))
                    (+ (cadr insPt) (* cntY spcY))
                    (caddr insPt) ; Pertahankan nilai Z
                  )
      )
      ;; Salin blok ke posisi baru menggunakan perintah COPY
      (command "_.copy" blkName "" "_non" insPt "_non" newPt)
      
      (setq cntX (1+ cntX)) ; Increment counter X
    )
    (setq cntY (1+ cntY)) ; Increment counter Y
  )

  ; --- 5. Pesan Konfirmasi ---
  (princ (strcat "\nGrid selesai! Total " (itoa (* numX numY)) " blok dibuat."))
  (princ) ; Exit bersih
)

Langkah 2: Menjelaskan Bagian-Bagian Kritis Kode

  • (defun c:GRUPBLOCK ... ): Mendefinisikan fungsi baru yang dapat dipanggil seperti perintah AutoCAD biasa dengan mengetik GRUPBLOCK.

  • ( / blkName ... ): Daftar variabel lokal. Variabel di sini akan dilupakan setelah perintah selesai, menghindari konflik.

  • (entsel): Fungsi untuk memilih satu entitas (dalam hal ini, blok kita).

  • (getpoint)(getint)(getdist): Fungsi untuk mendapatkan input dari pengguna (titik, bilangan bulat, jarak).

  • (repeat): Loop untuk mengulangi operasi sebanyak numX atau numY kali.

  • (command "_.copy" ...): Cara untuk menjalankan perintah AutoCAD native (COPY) dari dalam AutoLISP. "_non" memastikan pengambilan titik tanpa Osnap yang mengganggu.

Langkah 3: Memuat dan Menjalankan Rutin

  1. Simpan file dengan ekstensi .lsp (contoh: grupblock.lsp).

  2. Muat ke AutoCAD 2013: Di jendela AutoCAD, ketik APPLOAD. Telusuri dan pilih file .lsp Anda, lalu klik Load. Anda akan melihat pesan konfirmasi di Command Line.

  3. Jalankan Perintah: Ketik GRUPBLOCK di Command Line dan ikuti petunjuknya.

Langkah 4: Optimasi dan Tantangan Lanjutan

Kode di atas berfungsi, tetapi masih dasar. Mari kita tingkatkan dengan beberapa optimasi:

Optimasi 1: Menambahkan Validasi Input

lisp
;; Gantikan bagian input jumlah dengan validasi
(setq numX (getint "\nJumlah blok arah X: "))
(while (<= numX 0)
  (princ "Jumlah harus lebih dari 0!")
  (setq numX (getint "\nJumlah blok arah X: "))
)

Lakukan hal yang sama untuk numYspcX, dan spcY.

Optimasi 2: Menggunakan entmake untuk Efisiensi yang Lebih Tinggi
Metode (command "_.copy") lambat untuk jumlah blok yang sangat banyak. Cara yang lebih profesional adalah membuat instance blok baru langsung di database gambar menggunakan entmake. Ini lebih kompleks tetapi jauh lebih cepat.

lisp
;; (Alternatif dalam loop penggandaan)
;; Dapatkan data definisi blok
(setq blkData (entget blkName))
(setq blkType (cdr (assoc 0 blkData))) ; Cek apakah benar entitas "INSERT"

(if (= blkType "INSERT")
  (progn
    (setq blkNameRef (cdr (assoc 2 blkData))) ; Nama blok
    ;; Buat data entitas baru untuk setiap titik
    (entmake (list
              '(0 . "INSERT")
              (cons 2 blkNameRef) ; Nama blok
              (cons 10 newPt)     ; Titik sisip
              (assoc 41 blkData)  ; Skala X (dipertahankan)
              (assoc 42 blkData)  ; Skala Y
              (assoc 43 blkData)  ; Skala Z
              (assoc 50 blkData)  ; Rotasi
            ))
  )
)



Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Anda baru saja membuat alat produktivitas kustom pertama Anda! Dari sini, dunia AutoLISP terbuka lebar. Cobalah untuk:

  1. Modifikasi skrip untuk menangani objek selain blok.

  2. Tambahkan opsi rotasi untuk seluruh grid.

  3. Buat versi yang menggunakan Array Rectangular dengan perintah -ARRAY untuk kinerja yang lebih baik pada jumlah yang sangat besar.

  4. Pelajari fungsi ssget untuk menangani seleksi banyak objek sekaligus.

AutoLISP adalah investasi waktu yang sangat berharga bagi pengguna AutoCAD serius. Dengan dasar ini, Anda dapat mulai mengembangkan perpustakaan rutin pribadi yang akan menghemat waktu Anda berjam-jam setiap minggu.

Tips Debugging: Gunakan (princ variabel) untuk mencetak nilai variabel ke Command Line dan memastikan logika Anda berjalan dengan benar. Selalu deklarasikan variabel lokal (/ var1 var2) untuk menghindari efek samping.

Selamat mengotomasi! Mulailah dengan mengidentifikasi tugas paling repetitif dalam workflow Anda, dan cobalah untuk mengotomatisasinya dengan AutoLISP.


AutoCAD 2013 Masih Relevan? Ini Tutorial Dasar yang Masih Ampuh!

Di era di mana software CAD baru dengan fitur AI dan cloud bertebaran, pertanyaan ini wajar muncul: "Apakah masih worth it belajar AutoCAD 2013?" Jawabannya tegas: SANGAT RELEVAN!

Mengapa? Karena prinsip dasar computer-aided drafting tidak pernah berubah. Fondasi yang Anda bangun di AutoCAD 2013—mulai dari konsep koordinat, manajemen layer, hingga perintah modify—adalah transferable skill 100% ke versi yang lebih baru, bahkan ke software CAD lain sekalipun.

Postingan ini bukan nostalgia, tapi panduan praktis untuk membuktikan bahwa tutorial dasar AutoCAD 2013 masih sangat ampuh dan menjadi starting point terbaik bagi pemula yang ingin masuk ke dunia desain teknis.


Bagian 1: Mengapa AutoCAD 2013 Masih Jadi "Senjata" yang Valid?

Berikut 4 alasan kuat untuk tidak menganggapnya usang:

1. Fondasi yang Kuat & Tidak Berubah: 95% perintah dasar (LINE, OFFSET, TRIM, Layer, DIM) persis sama di versi 2025. Anda belajar konsep, bukan ikon terbaru.
2. Ringan dan Stabil: Dijamin lancar di laptop atau PC spesifikasi menengah ke bawah. Ideal untuk belajar tanpa frustasi karena lag.
3. Lisensi yang Lebih Terjangkau (atau Terlegalkan): Versi lama sering tersedia dengan harga lebih rendah atau sebagai bagian dari paket edukasi. Semakin memudahkan akses.
4. Fokus pada Inti, Bukan Gimmick: Tanpa distraksi fitur rendering atau simulasi canggih, Anda bisa fokus total menguasai seni membuat gambar 2D yang akurat dan rapi—keterampilan utama seorang drafter.

Intinya: Jika Anda seorang mahasiswa teknik, arsitek pemula, atau profesional yang ingin cross-skilling, memulai dari sini adalah langkah yang cerdas dan efisien.


Bagian 2: Buktikan Sendiri! Tutorial Dasar "3-5-7" yang Masih Ampuh

Mari kita lihat sebuah routine dasar yang masih dipakai oleh drafter profesional sehari-hari, dari 2013 hingga sekarang.

Langkah 1: Setting Awal "3 Kunci" dalam 2 Menit

Sebelum menggambar, aktifkan 3 ikon di Status Bar ini:

· ORTHO (F8): Untuk garis lurus horizontal/vertikal sempurna.
· OSNAP (F3): Untuk "menempel" ke titik-titik penting (ujung, tengah, pusat).
· OTRACK (F11): Untuk melacak alignment antar objek.

Setting ini adalah cheat code untuk gambar yang presisi.

Langkah 2: Gambar dengan "5 Perintah Ajaib"

Untuk membuat bentuk dasar apapun, Anda hanya butuh 5 perintah ini. Coba buat sketsa meja sederhana:

1. LINE (L) : Buat persegi panjang untuk bidang meja.
2. OFFSET (O) : Untuk memberi ketebalan pada bidang (misal, offset ke dalam 5 unit).
3. CIRCLE (C) : Buat kaki meja.
4. COPY (CO) : Salin kaki meja ke tiga sudut lainnya.
5. TRIM (TR) → Enter dua kali : Rapikan garis yang berpotongan di sudut-sudut meja.

Lihat? Dengan 5 perintah saja, Anda sudah punya objek 2D yang proporsional.

Langkah 3: "7 Shortcut Keyboard" yang Mempercepat Kerja 300%

Ini adalah rahasia produktivitas yang sama sejak dulu:

· L + Space = Line
· E + Space = Erase
· M + Space = Move
· CO + Space = Copy
· O + Space = Offset
· TR + Space Space = Trim (mode cepat)
· Z + Space A + Space = Zoom All (lihat seluruh gambar)

Hafalkan ini, dan kecepatan Anda akan melampaui pemula yang hanya mengandalkan klik mouse.


Bagian 3: Tantangan Relevansi: Coba Project Ini di AutoCAD 2013!

Untuk membuktikan keampuhannya, coba selesaikan Tantangan Sederhana ini hanya dengan menggunakan perintah dasar AutoCAD 2013:

Project: Gambar Bracket Penyangga (Bracket L) sederhana.

· Bahan Ajar: Gunakan tutorial gambar 2D teknik mesin dasar untuk referensi ukuran.
· Keterampilan yang Diuji: LINE, CIRCLE, OFFSET, TRIM/EXTEND, FILLET (untuk membulatkan sudut), DIMENSION, dan Layer Management (pisahkan layer untuk outline, center line, dan dimensi).
· Output: Hasilkan gambar yang rapi dengan dimensi lengkap, siap untuk dipahami oleh orang teknik.

Jika Anda bisa menyelesaikannya, artinya Anda telah menguasai core competency drafting yang nilainya sama, baik Anda menggunakan AutoCAD 2013 maupun 2023.


Kesimpulan: Relevansi Ada di Dasar, Bukan di Versi

AutoCAD 2013 mungkin tidak punya tab ribbon yang modern atau command preview yang fancy, tetapi ia mengajarkan disiplin dan logika drafting yang sebenarnya. Software hanyalah alat. Seorang ahli menggunakan alat sederhana dengan sangat terampil, sementara pemula bisa tersesat dengan alat canggih.

Jadi, jangan ragu untuk membuka installer AutoCAD 2013 Anda atau mencarinya. Tutorial dasarnya masih ampuh, valid, dan langsung aplikatif. Kuasai fondasinya di sini, maka upgrade ke versi baru nanti hanyalah soal beradaptasi dengan user interface baru, bukan belajar ulang dari nol.

Mulailah sekarang. Fondasi yang Anda bangun hari ini akan tetap kokoh selama puluhan tahun ke depan.

Cara Cepat Membuat Layout dan Cetak Gambar di AutoCAD 2013 (Plotting)

Sudah capek menggambar dengan detail tinggi, tapi hasil print-out-nya malah tidak sesuai skala, teksnya terlalu kecil, atau garisnya tidak jelas? Ini adalah masalah klasik bagi pengguna AutoCAD baru. Tahap Layout dan Plotting (Mencetak) seringkali dianggap rumit, padahal kuncinya hanya pada pengaturan yang tepat.

Postingan ini akan memandu Anda langkah cepat untuk membuat layout profesional dan mencetak gambar dari AutoCAD 2013 dengan skala yang benar, tanpa pusing!


Bagian 1: Mindset yang Benar – Model Space vs. Paper Space

Pertama, pahami dua "alam" di AutoCAD:

· Model Space: Ini adalah dunia nyata Anda. Di sini Anda menggambar objek dengan ukuran 1:1 sesungguhnya (sebuah meja 1 meter, ya digambar sepanjang 1000 unit).
· Paper Space (Layout): Ini adalah kertas virtual Anda (seperti A4, A3, A1). Di sini Anda menyusun tata letak untuk dicetak, lengkap dengan viewport (jendela yang memandang ke Model Space), judul blok, notasi, dan skala.

Kesalahan utama: Mencoba mengatur skala langsung di Model Space. Itu salah! Atur skala di Layout (Paper Space).


Bagian 2: Langkah Cepat Membuat Layout (Langsung Praktek!)

Ikuti langkah ini untuk hasil yang guaranteed.

Langkah 1: Siapkan Gambar di Model Space

Pastikan gambar utama Anda sudah selesai di Model Space. Pastikan semua garis, dimensi, dan teks sudah rapi.

Langkah 2: Buka Layout Tab & Atur Kertas

1. Klik tab "Layout1" di bagian bawah layar (di sebelah "Model").
2. Anda akan melihat area putih (kertas) dan biasanya satu kotak viewport yang menampilkan semua gambar Anda.
3. Hapus viewport default itu (klik pinggirannya, tekan Delete).
4. Klik kanan pada tab "Layout1", pilih "Page Setup Manager..." > "Modify...".
5. Di jendela Page Setup:
   · Printer/Plotter: Pilih printer fisik Anda atau "DWG To PDF.pc3" jika ingin ekspor ke PDF (sangat direkomendasikan!).
   · Paper Size: Pilih ukuran kertas (misal, ISO A3 atau ISO A4).
   · Plot Style Table: Pilih "monochrome.ctb" jika ingin semua garis hitam putih, atau "acad.ctb" untuk berwarna. Klik ikon tongkat ajaib di sampingnya untuk edit. Pastikan semua warna di-set ke "Black" untuk cetak hitam putih yang bagus.
   · Klik OK > Close.

Langkah 3: Buat Viewport yang Terkendali

1. Pindah ke tab "Layout" di ribbon (bukan tab Layout1).
2. Klik "Rectangular" di panel "Layout Viewports".
3. Gambar sebuah kotak di dalam area kertas Anda. Ini adalah viewport – jendela ke Model Space.
4. DOUBLE-CLICK di dalam area viewport untuk masuk ke dalamnya (pinggiran viewport akan menjadi tebal). Di sini, Anda bisa zoom/pan gambar.
5. Atur skala dengan cara paling mudah:
   · Lihat di Status Bar, ada menu drop-down skala. Klik dan pilih skala yang diinginkan (misal, 1:50, 1:100, 1:20).
   · Gambar akan langsung menyesuaikan. Gunakan perintah PAN (tekan dan tapan scroll mouse) untuk menengahkan gambar di viewport.
6. DOUBLE-CLICK DI LUAR viewport (di area kertas abu-abu) untuk keluar.


Bagian 3: Langkah Final - Plot/Cetak (Export ke PDF)

1. Di Layout Anda, pastikan tidak ada yang aktif (klik di area kosong).
2. Tekan Ctrl + P (PLOT).
3. Jendela Plot akan muncul. Pengaturan dari Page Setup tadi sudah muncul. Cek ulang:
   · Printer: DWG To PDF.pc3
   · Paper Size: Sesuai (A3/A4)
   · Plot Area: Pilih "Layout" (bukan Extents/Window).
   · Plot Offset: Centang "Center the plot".
   · Plot Scale: PASTIKAN 1:1 (Karena skala sudah kita atur di viewport. Ini adalah sumber kebingungan terbesar!).
4. Klik "Preview...". Lihat apakah gambar sudah pas di kertas, skala benar, dan garis jelas.
5. Jika sudah oke, di preview, klik kanan pilih "Plot". Jika belum, tekan Esc untuk kembali dan koreksi.
6. Tentukan nama file dan simpan PDF Anda!

---

Tips Penting & Checklist Sebelum Plot

· Freeze Layer yang Tidak Perlu: Di Layout, gunakan Layer Properties dan freeze layer yang tidak ingin muncul di cetakan (misal, layer konstruksi, sketsa) HANYA di viewport aktif.
· Plot Style monochrome.ctb adalah Sahabat: Ini memastikan semua warna garis (biasanya beda layer beda warna) dicetak menjadi hitam dengan ketebalan yang bisa diatur berdasarkan warnanya. Edit monochrome.ctb untuk atur ketebalan garis.
· Title Block: Buat atau insert blok judul (nama proyek, drafter, skala, tanggal) di Paper Space, bukan di Model Space.
· Multiple Viewport: Anda bisa membuat beberapa viewport di satu layout untuk menampilkan detail-detail berbeda dengan skala yang berbeda pula.

Kesimpulan:
Proses Layout dan Plotting di AutoCAD 2013 adalah tentang kontrol. Dengan memisahkan "dunia gambar" (Model Space) dan "dunia presentasi" (Paper Space), Anda memiliki kendali penuh atas hasil akhir. Praktekkan langkah-langkah di atas 3-4 kali, dan Anda akan mencetak gambar dengan skala yang sempurna seperti seorang profesional.

Sekarang, coba plot gambar pertama Anda ke PDF!

10 Perintah AutoCAD 2013 yang Wajib Dikuasai Pemula

Menguasai AutoCAD terasa seperti harus menghafal ratusan perintah? Tenang! Faktanya, 80% pekerjaan drafting harian hanya menggunakan sekitar 20% dari seluruh perintah yang ada. Sebagai pemula, fokuslah dulu pada 10 perintah inti yang menjadi tulang punggung ini. Setelah mahir dengan kesepuluhnya, Anda sudah bisa menyelesaikan sebagian besar gambar 2D dasar dengan percaya diri.

Mari kita bahas satu per satu, beserta shortcut keyboard-nya untuk mempercepat kerja Anda.


1. LINE (L) – Pondasi Segala Gambar

· Fungsi: Membuat garis lurus.
· Mengapa Wajib? Ini adalah alat gambar paling dasar. Segala bentuk kompleks dimulai dari garis.
· Cara Cerdas: Setelah klik titik awal, arahkan mouse (aktifkan ORTHO untuk garis lurus sempurna), lalu ketik panjang angkanya langsung (contoh: 500) dan tekan Enter. Lebih akurat daripada mengklik sembarangan!

2. CIRCLE (C) – Dari Roda Hingga Lubang

· Fungsi: Membuat lingkaran.
· Mengapa Wajib? Sangat umum untuk menggambar elemen mekanik, arsitektur, atau simbol.
· Tips: Gunakan opsi Center, Diameter (ketik C → Enter → klik titik pusat → ketik D → Enter → ketik diameter) untuk kontrol yang lebih tepat.

3. OFFSET (O) – Duplikat dengan Jarak Pasti

· Fungsi: Membuat garis/objek sejajar dengan jarak yang ditentukan.
· Mengapa Wajib? Sangat vital untuk membuat dinding (thickness), jalur pipa, atau detail yang berulang dengan jarak seragam.
· Contoh Ajaib: Gambar satu garis, gunakan OFFSET dengan jarak 10, langsung dapatkan dua garis sejajar berjarak 10 unit. Lebih cepat daripada menggambar ulang !


4. TRIM (TR) – Gunting yang Akurat

· Fungsi: Memotong bagian garis/objek yang berlebih pada batas tertentu.
· Mengapa Wajib? Membersihkan pertemuan garis yang "tumpang tindih" adalah kegiatan harian.
· Shortcut Pro: Ketik TR → tekan Enter DUA kali. Sekarang, Anda bisa langsung mengklik bagian garis mana saja yang ingin dipotong. Ini adalah mode quick trim yang super efisien!

5. EXTEND (EX) – Perpanjang Sampai Tepat

· Fungsi: Kebalikan dari TRIM. Memperpanjang garis hingga menyentuh batas yang ditentukan.
· Mengapa Wajib? Menyambung garis yang belum bertemu adalah hal biasa.
· Teknik Serupa: EX → Enter dua kali, lalu klik ujung garis yang ingin diperpanjang.

6. MOVE (M) – Geser dengan Presisi

· Fungsi: Memindahkan objek dari satu titik ke titik lain.
· Mengapa Wajib? Penataan ulang elemen gambar adalah suatu kepastian.
· Kunci Akurasi: Setelah pilih objek dan tentukan base point, gunakan koordinat relatif. Contoh: Ketik @100,0 untuk menggeser objek 100 unit ke kanan secara horizontal.

7. COPY (CO) – Kloning Instan

· Fungsi: Menduplikasi objek.
· Mengapa Wajib? Menggambar ulang objek yang identik adalah pemborosan waktu.
· Bonus: Perintah COPY punya opsi Multiple. Setelah menyalin sekali, Anda bisa menempelkan banyak salinan di berbagai titik tanpa mengulang perintah.

8. ROTATE (RO) – Putar Sesuai Sudut

· Fungsi: Memutar objek berdasarkan titik pusat dan sudut tertentu.
· Mengapa Wajib? Tidak semua objek tegak lurus; penyesuaian sudut sering diperlukan.
· Cara Tepat: Pilih objek, tentukan base point (poros putar), lalu ketik sudutnya (90, 45, -30). Gunakan tanda minus untuk putaran searah jarum jam.

9. MIRROR (MI) – Cerminkan dan Hemat Waktu

· Fungsi: Membuat bayangan cermin dari objek.
· Mengapa Wajib? Sangat powerful untuk menggambar objek simetris (seperti kusen jendela, denah bangunan simetris).
· Penting: Saat diminta "Erase source objects?", ketik N (No) jika ingin mempertahankan objek asli, atau Y (Yes) jika ingin menggantinya dengan hasil mirror.

10. FILLET (F) – Buat Sudut Tumpul/Rounded

· Fungsi: Membuat sudut melengkung (fillet) atau siku (chamfer) di pertemuan dua garis.
· Mengapa Wajib? Memberikan sentuhan realistik dan detail manufacturing (tidak ada produk nyata yang memiliki sudut tajam sempurna).
· Trik: Ketik F → Enter → ketik R (Radius) → Enter → masukkan nilai radius (misal, 10) → Enter. Lalu, pilih dua garis yang ingin di-fillet.

---

Kesimpulan & Challenge:
Kesepuluh perintah ini adalah survival kit Anda di AutoCAD 2013. Jangan coba menghafal semuanya sekaligus. Pilih 3 perintah hari ini, buat bentuk sederhana, dan praktikkan sampai otomatis. Besok, tambah 3 perintah lagi.

Challenge Minggu Ini: Cobalah menggambar kunci inggris (wrench) sederhana atau denah meja dan kursi HANYA dengan menggunakan 10 perintah di atas. Anda akan kaget dengan apa yang bisa Anda hasilkan!


Ingat, para ahli AutoCAD bukanlah yang tahu semua perintah, tapi yang paling lihai menggunakan perintah dasar dengan kombinasi yang cerdas.